Sarabunis
Mubarok, lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 13 April 1976.
Alumni Pondok
Pesantren Al-Hikmah, Cimerah, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat. Kini aktif
sebagai wakil ketua ikatan alumni di ponpes tersebut. Menulis dalam bahasa Sunda
dan Indonesia dipublikasikan di berbagai media massa seperti
Kompas, Republika, Media
Indonesia, Pikiran Rakyat, Priangan, Puitika, Mangle, Galura, Pakalangan, dan
lain-lain. Juga dalam beberapa buku antologi bersama seperti Puisi Tak Pernah
Pergi (Kompas, 2003),
Poligami
(SST, 2003),
Muktamar
(SST, 2003), Hijau Kelon dan Puisi 2002
(Kompas, 2002),
Orasi
Kue Serabi (Gedung Kesenian Tasikmalaya, 2001),
Bandung Dalam Puisi (Jendela Seni Bandung, 2001),
serta dalam antologi cerpen Sunda Ti Pulpen Tepi Ka Pajaratan Cinta
(Kiblat Buku Utama, Bandung, 2002). Mendapat hadiah sastra dari Lembaga
Basa & Sastra Sunda (LBSS) untuk puisi Sunda terbaik tahun 2001. Pernah
memenangkan lomba menulis puisi se-Jabar, Banten & DKI yang diselenggarakan
Yayasan Jendela Seni Bandung. Kini aktif di Sanggar Sastra Tasik (SST),
Komunitas Azan dan Komunitas Sastra Sunda LANGARI (Panglawungan Pangarang Kiwari),
di samping sebagai redaktur Buletin Puitika dan
Jurnal Sastra Sunda Langari,
serta pengurus Badan Pengelola Gedung Kesenian Tasikmalaya (BP-GKT).